Pada awalnya saya menganggap bahwa orang yang suka atau sering naik gunung itu adalah tipe orang yang kurang kerjaan, ya bayangkan saja, disaat orang-orang sedang sibuk dengan karirnya mereka malah asyik asyikan bermain dengan alamnya.
Kebetulan kakak saya itu punya hobi mendaki gunung, nah di hari itu langsung saya tanya "kenapa suka naik gunung?" justru jawaban kakak saya itu bisa ngerubah pikiran saya, yang tadinya saya menganggap kalau orang yang suka naik gunung itu adalah tipe orang yang kurang kerjaan, tapi setelah saya menanyakan hal itu justru saya menganggap kalau naik gunung itu penting, karena disitu kita akan mendapatkan banyak pelajaran hidup, seperti melihat ke atas ketika berada dibawah, dan melihat kebawah ketika berada diatas.
Pada suatu malam kira kira pukul 21:00 WIB kakak meminta saya untuk menyiapkan segala keperluan saya untuk 3 hari kedepan, dari situlah terceloteh pertanyaan "untuk apa ka?" belum menjawab pertanyaan, terdengarlah suara dari halaman rumah saya memanggil nama kakak saya, pas saya lihat ke halaman rumah saya, ternyata teman kakak saya datang dengan membawa tas besar yang biasa digunakan oleh para pendaki gunung, benar saja ternyata tujuan kakak menyuruh saya untuk menyiapkan segala keperluan untuk 3 hari kedepan ialah mengajak saya untuk naik gunung.
Tak lama setelah melengkapi segala kebutuhan saya selama 3 hari kedepan dalam carrer, saya langsung bergegas ke terminal bus terdekat dari rumah saya, setelah kurang lebih 15menit naik angkot, tibalah kami di terminal bus, tak perlu menunggu kami langsung mencari bus yang memang sesuai dengan tujuan kami, setelah menemukan bus yang sesuai dengan tujuan kami, langsung saja kami menaiki bus tersebut.
Kira kira pukul 05:00 WIB kami sampai diterminal tujuan kami, setelah turun dari bus tiba tiba saja ada seseorang menghampiri kita untuk menawari sewa mobil pick up yang tujuannya mengantar para pendaki dari terminal ke pos pendakian, setelah berbincang mengenai harga sewa mobil pick up tersebut kami langsung menaiki mobil pick up itu.
Dalam perjalanan kami melewati beberapa desa kecil yang warganya itu ramah sekali, hehe mungkin ini salah satunya kenapa orang kota lebih suka orang desa.
Sampailah kita di pos pendakian, disitu kita wajib mengisi data diri kita kepada petugas yang ada di pos pendakian, setelah mengisi data diri kami langsung menghampiri salah satu warung untuk sarapan terlebih dahulu sebelum melakukan pendakian.
Setelah semua siap dan perut pun juga sudah bersahabat, kami melakukan doa bersama agar diberikan keselamatan selama pendakian, karena tak sabar kami langsung saja menaiki gunung tersebut.
Kurang lebih 1jam kita sampai pos3, dan kita memutuskan untuk ber camp di pos3 karena badai gunung yang cukup bahaya. Benar apa yang dikatakan oleh kakak saya, gunung mengajarkan apa yang harus kami pelajari, jadi pahamilah prosesnya.
Sampailah kita di puncak gunung itu, hanya tangisan suka cita saja yang mengalir karena tak sanggup melihat keindahan lukisannya, untuk pertama kalinya saya bisa berdiri diatas dari ketinggian awan, namun bukan rasa angkuh yang timbul karena bisa berdiri diatas awan, tapi justru rasa syukur yang terus terucap dari mulut penuh dosa ini, terimakasih tuhan dari alammu kami bisa mempelajari apa yang memang harus kami pelajari.
Setelah sekilan lama menikmati keindahan ciptaan tuhan di puncak gunung sana, kami memutuskan untuk kembali turun, tidak lupa juga kami berdoa semoga diperjalan turun selalu dalam lindungannya.
Setelah kurang lebih 3jam kami sampai pos pendakian, dari situ kami naik mobil pick up lagi untuk menuju terminal, setelah sampai terminal sekiranya pukul 17:00WIB kami pun mencari bus yang bertujuan ke Jakarta.
Kurang lebih 6jam perjalanan kami pun akhirnya sampai di Jakarta. Lagi lagi hanya rasa syukur yang terucap dari bibir penuh dosa ini. Bersama alam kau akan tahu artinya hidup!
- Home
- Lagi Cerita
- Pendakian Pertama
Postingan Terkait
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar